CuTe (cURAHAN hATE)
Tak ku ragu setelah kemarin kau curahkan keluh kesahmu padaku, kau yang manis senyumnya kala itu masih selalu menggenangi sanubariku, tak kusadari kini segala yang kulakukan adalah kamu, adakah yang ingin kau tanyakan tentang ku, senyumku, indahku, pedihku…?
Tak terasa malam ini ku telah bertemu lagi dengan bulan sabit, ia tersenyum meruncing di temaramnya keheningan larut.ia kini ngiangkan aku akan senyum-senyum keindahan masa kala bersama mu, tapi itu satu semester yang lalu kala kau tumpahkan hujan kebahagiaan dan air mata kepedihan, tak kau sadari hadirmu itu yang terindah namun juga yang tersakit, tak haruskah ku mengeluh di balik bilik penyesalan yang beratapkan ratapan-ratapan kepedihan, lalu itu masa lalu, kini ya masa kini tataplah dalam dirimu dalam jernihnya air telaga biar bias-bias sinar mentari mampu lengkapi tiap detail raut kehidupan dalam wajahmu.
Indahnya masa pastikan berputar pada tiap-tiap bagiannya karena porosnya berpegang teguh pada alur-alur yang benar-benar sudah terakit kuat sebelum kita menyadari tentang kehidupan yang kita alami. Tak kau sudikah mengikatkan pita kasih sayang di temaramnya cahya sang rembulan, tak kau hayalkankah betapa indahnya ia bertahtakan tiara yang dirajut dalam butir-butir untaian mutiara dan logam mulia.
Kini ataukah esok itu hidup, biarkan baris-baris pepohonan kan tetap jadi penghias indah dan sejuknya taman, tanpa bangku-bangku yang kan selalu menjadi saksi bisu dalam tiap kejadian hidup di taman itu, tak berhak kah ia luapkan semua yang ia tau..? biarlah karena rahasia biarlah menjadi rahasia, masa lalu biarlah menjadi masa lalu tak sepatutnya kita sesali atau kita elu-elukan, biarkan indahnya warna warni bunga kan jadi symbol damainya kehidupan hingga kita berhasrat menggapainya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar